Showing posts with label inspirasi. Show all posts
Showing posts with label inspirasi. Show all posts

Friday, August 3, 2012

KIAT MANAJEMEN: Memilah Segmen Pasar


12manage.com
Para pelanggan koran Ibu Kota mungkin sempat terkejut ketika awal bulan ini di setiap halaman depan koran yang diterimanya tertempel sebuah kartu perdana seluler.

Ada yang dapat bonus menelepon dan SMS gratis, ada pula yang mendapat paket perdana kartu Internet unlimited. Rupanya, itu merupakan strategi operator seluler Axis untuk menggenjot jumlah pelanggan. Melalui program bagi-bagi sejuta kartu perdana, operator itu memang berupaya meningkatkan jumlah pelanggannya.

KIAT MANAJEMEN: Karena Kita Bukan Sembarangan...



--- “Semangat ‘menabung’ adalah semangat positif dibandingkan dengan semangat ‘membuang’.”

“ Tidak semua orang mampu melakukan hal-hal besar,
tetapi semua orang mampu melakukan hal-hal kecil
dengan cinta yang besar “ (Bunda Theresa).
               
Kalau saja tidak ada orang lain di sekitar saya malam itu, sekurang-kurangnya saya pasti sudah meneteskan air mata, haru. Sulit menggambarkan gejolak hati dan nalar sehat saya menemui fakta di hadapan saya: seorang gadis belia, kelas 2 SMA, demikian mulia hatinya, demikian nyata kegiatan hidupnya bagi kemanfaatan sesama, menjawab pelbagai pertanyaan dari Andy Noya dalam suatu dialog yang sangat inspiratif dan mengharukan.

KIAT MANAJEMEN: Pemimpin Yang Berprinsip


Nama perusahaan itu Mizan. Artinya adalah timbangan. Makna yang terkandung dalam kata Mizan tidak lain adalah keadilan, proporsionalitas dan fairness. Di dalamnya juga tersua kestabilan, kemantapan, dan ketenangan (thuma’ninah).

Dengan demikian – sebagai perusahaan yang awal mula menerbitkan buku – Mizan dalam pembahasan buku-buku harus setimbang dan dijadikan timbangan. Pun budaya Penerbit Mizan sebagai perusahaan harus menekankan pada keseimbangan. Itulah uraian bijak yang dikatakan Haidar Bagir selaku pendiri Mizan Group menyoal makna nama perusahaannya.

Thursday, August 2, 2012

KIAT MANAJEMEN: Berkompetisi Dengan Anggun


Pada salah satu film penjelajahan koral dan keindahan bawah laut yang saya tonton di salah satu teater IMAX beberapa hari lalu, digambarkan adanya ikan besar yang wajahnya mengerikan membiarkan mulutnya terbuka dan dilalui ikan-ikan kecil yang seperti tidak takut ditelan ikan besar.

Bisa jadi ikan besar tadi menjadi berwajah mengerikan karena kelewat serius memikirkan dirinya yang besar dan perlu banyak asupan makanan, selain  tentunya karena faktor umur yang relatif sudah sangat tua dan hidupnya di dasar laut yang sunyi. Ikan-ikan kecil santai berseliweran riang gembira keluar-masuk mulut ikan besar tanpa takut bahaya karena masih muda dan enerjik.

Tuesday, July 31, 2012

Raup Untung Dari Bisnis Penyediaan Alat Produksi Tahu


ilustrasi


JAKARTA, KOMPAS.com- Kini, perajin bisa dengan mudah memproduksi tahu tanpa memikirkan infrastruktur produksinya. UD Rian Puspita Jaya, markasnya para perajin sekaligus sebagai penjual di daerah Jakarta Selatan yang ingin memproduksi tahu dengan modal alat produksi nol persen.

Fauzan sebagai pemilik mengatakan, UD Rian Puspita Jaya bukanlah pabrik tahu kebanyakan, yang memiliki perajin sendiri sebagai pegawai dan menuai untung dari produksi tahu yang dijualnya ke pasar. Namun, hanya tempat penyedia peralatan pengolah tahu dan distributor kedelai dari importir lokal. Perajin pun tidak terikat pegawai dengan usaha Fauzan, melainkan hanya sebagai rekanan bisnin.

Monday, July 30, 2012

5 Tanda Bisnis Pemula yang Bakal Sukses: Kelima tanda ini bisa mengukur kesuksesan bisnis yang Anda garap


VIVAnews - Setiap tahun ratusan perusahaan baru bahkan ribuan startup (perusahaan baru bidang teknologi) mencoba peruntungannya dalam persaingan bisnis yang makin ketat.

Tak jarang beberapa diantara mereka harus gigit jari dan terpaksa melihat bisnis yang mereka bangun dari awal itu harus berhenti beroperasi karena kalah bersaing.

Friday, July 27, 2012

Trik Jitu Bisnis Pakaian Secara Online dan Offline


Klinik UKM
Iim Rusyamsi, S.T.
Pakar Usaha Kecil Menengah
Chairman, UKMSukses.com
Co-Founder dan MWA Komunitas TDA


Jakarta - Usaha toko pakaian saya omzetnya tak berkembang, dari waktu ke waktu hanya begitu-gitu saja. Bagaimana pemasaran yang tepat secara online atau offline untuk bisnis pakaian saya yang lokasi tokonya ada di kawasan pedesaan.


Terima Kasih

Noor

Jawaban:

Ini Saran Bagi Karyawan yang Mau Nyambi Buka Usaha


Klinik UKM 
Iim Rusyamsi, S.T.
Pakar Usaha Kecil Menengah
Chairman, UKMSukses.com
Co-Founder dan MWA Komunitas TDA


Jakarta - Saya seorang karyawan kontraktor telekomunikasi, saya sangat ingin sekali buka usaha untuk menambah penghasilan, tapi saya masih bingung mau buka usaha apa.

Saya minta tips dan sarannya kira-kira buka usaha apa yang mudah dan modal kecil tapi dengan keuntungan yang lumayan besar?
Terima kasih atas sarannya.

Terima Kasih

imran_ah83@yahoo.co.id


Jawaban:

Mendorong karyawan memiliki moment of genius


Michael Steven: CEO PT. Kresna Graha Sekurindo, Tbk.

Lama bermukim di Amerika Serikat, membuat saya terbiasa menerapkan azas profesionalisme, bahkan ketika kembali ke Indonesia. Apalagi, sebelum mendirikan Kresna Securities tahun 1999, saya sempat bekerja di perusahaan investasi di San Fransisco yang melibatkan high net worth indivuals atau orang-orang dengan aset finansial tinggi.

Wednesday, July 25, 2012

Ini Cara Mengubah Kegagalan Jadi Sebuah Peluang


Jakarta - Bagi seorang pemenang, kekecewaan, kekalahan atau kegagalan memberi inspirasi kepada mereka untuk terus belajar dan take action sehingga mereka lebih baik dan lebih kuat. Bagi pecundang, kekecewaan, kekalahan atau kegagalan menghentikan mereka.

Mengutip John D. Rockefeller, "Saya selalu berusaha mengubah setiap bencana menjadi peluang" Menurut ayah kaya Robert Kiyosaki, "Hanya orang bodoh yang berharap semua berjalan sesuai dengan keinginannya"

4 Orang Ini Jadi Miliuner Sebelum Berusia 30 Tahun


Jakarta - Belasan juta orang menganggur di AS dan perusahaan-perusahaan memperketat pengeluarannya. Wajar jika banyak anak muda yang menyerah begitu saja karena sulitnya mencari pekerjaan. Padahal kenyataannya, kalau tidak ada perusahaan besar yang buka lowongan, kita bisa mempekerjakan diri kita sendiri.

Jadilah wirausahawan. Pelajari berbagai jenis tipe bisnis dan temukan niche dimana Anda bisa menghasilkan uang di situ. Yang dibutuhkan hanya ide dan dorongan untuk melemparnya ke pasar. Dan jika Anda pikir jadi wirausahawan usaha kecil tidak bisa menghasilkan banyak uang atau uang cepat, rasanya Anda perlu melihat orang-orang ini.

Miliuner muda ini mungkin bisa mengubah pola pikir Anda. Mereka memang bukan orang terkenal seperti penyanyi pop, bintang rap atau pemain NBA. Mereka sama seperti kita yang hanya orang biasa. Bedanya, mereka sudah menghasilkan uang satu miliar pertamanya di usia 20an, bahkan remaja!

Tuesday, July 24, 2012

Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?


Jakarta - Pengusaha kawakan Bob Sadino pernah memberikan kiat sederhana bagi seorang pemula yang ingin memulai bisnis. Ternyata kuncinya sangat simple, namun pelaksanaanya tak mudah.

Menurut Bob banyak orang akhirnya tak memulai-mulai usaha walaupun sudah memiliki modal uang. Menurutnya setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas, dan takut menghadapi risiko bisnis.

Terkait dengan risiko, menurutnya bisnis hanya bisa dijalankan bila ada keberanian menerima risiko. Intinya yang paling penting, hilangkan rasa takut, jangan takut. Seseorang tidak mungkin memulai bisnis bila dia tidak memiliki kemauan yang kuat, tekad, berani mengambil peluang, tahan banting, dan tidak lupa untuk bersyukur dan ikhlas.

Thursday, July 19, 2012

Punya Niat Berwirausaha? Lakukan 4 Hal Ini


Foto: Kompas.com

KOMPAS.com — Tidak jarang kita sering menjumpai seseorang yang mengatakan, "Saya akan mencoba berwirausaha suatu saat nanti." Tetapi ketika ditanya di lain waktu, orang tersebut masih mengatakan "suatu saat nanti." Alhasil mayoritas dari mereka justru  tidak pernah mewujudkan niatnya tersebut.

Kebanyakan dari orang kerap dibayangi oleh kekhawatiran akan risiko ini itu. Pikiran orang bahwa usahanya akan gagal sering kali lebih besar ketimbang keinginannya untuk menjadi pengusaha. Menurut Forbes, kemampuan untuk mengambil risiko untuk berwirausaha, sangat sedikit hubungannya dengan kepribadian seseorang. Mengambil risiko untuk berwirausaha lebih besar hubungannya terhadap bagaimana kemampuan aksebilitas dan bagaimana dia mengenal pengalaman berwirausaha.

Mereka yang dapat membayangkan dirinya sedang menjalankan bisnis, dialah yang sering bisa mewujudkan niat wirausahanya. Sedangkan mereka yang selalu dibayangi kekhwatiran bahwa wirausaha adalah sebuah hal yang menakutkan, yang penuh risiko, akhirnya tidak pernah mewujudkan niatnya.

Berikut empat tips yang diharapkan bisa membantu mewujudkan niat wirausaha Anda:

Inilah 5 Langkah Wajib Kejar Sukses Berbisnis


Foto: Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com- Anda ingin sukses dalam berbisnis? Ingat, ada lima langkah wajib dalam menggapai kesuksesan bisnis versi konsultan ARRBEY.

Menurut Kepala Konsultan Strategi ARRBEY Handito Joewono di Jakarta, Selasa (17/7/2012), lima langkah wajib tersebut adalah:


  1. Ekspansi bisnis. Perusahaan yang ingin menjadi besar diharap tidak takut melakukan ekspansi bisnis.
  2. Apabila sukses terus diraih, bikinlah diversifikasi bisnis. Tentu, bisnis di bidang lain harus benar-benar dipelajari agar tidak mendatangkan kerugian.
  3. Tata kelola perusahaan atau corporate governance.
  4. Pengembangan teknologi dan jangan abaikan manajemen aset.
  5. Nah, kalau perusahaan belum gede-gede amat, Handito lebih menekankan istilah SMS alias mendorong selling (penjualan), marketing (pasar) dan service (pelayanan).


Editor :Marcus Suprihadi


Sumber: Kompas.com

Wednesday, July 18, 2012

3 Rahasia Bagi Anda yang Ingin Memulai Bisnis


Foto: DetikFinance


Jakarta - Memulai berbisnis bagi sebagian orang mungkin bukan keputusan yang mudah. Namun jika anda sudah memutuskan untuk berbisnis, maka ada beberapa hal yang harus menjadi pegangan Anda. Apa saja? berikut ini ulasan singkat dari pakar marketing Tung Desem Waringin:

Setelah Anda memutuskan untuk berbisnis, mempunyai goal, dan mempunyai produk untuk dijual. Kini saatnya membuat model bisnis anda. Dengan membuat model bisnis yang bisa mencapai goal Anda, ini bisa memudahkan Anda dalam mencapai life forever. Model bisnis ini mencerminkan cara kerja dari bisnis Anda.

Saya Tung Desem Waringin, akan menjelaskan bagaimana membuat Goal Business Model, yaitu :

1. Menguntungkan Return Minimal 20% / Tahun dari Modal

Yang pertama yang Anda diinginkan dari sebuah bisnis adalah dapat menguntungkan. Namun jika ternyata bisnis yang Anda kelola sudah tidak menguntungkan, yang bisa dan harus Anda lakukan adalah memperbaikinya.

Namun, memperbaiki saja terkadang tidak mendatangkan hasil, dan jika itu terjadi Anda harus mengubah/ mengganti Management-nya. Dan kalau usaha tersebut masih tidak berhasil, tidak ada salahnya jika Anda menjualnya.

Karena itu adalah usaha yang lebih baik dibandingkan jika Anda meneruskan suatu bisnis yang sudah jelas tidak produktif lagi, dibandingkan jika Anda harus meneruskan suatu bisnis yang sama sekali tidak menguntungkan walaupun Anda sudah membuatnya menjadi lebih menguntungkan.

Tapi yang harus Anda ingat, beri waktu untuk Anda berpikir dan menganalisa apakah akan benar-benar di jual atau tidak.

Karena jika Anda tidak memberikan waktu untuk Anda berpikir dan menganalisanya, siapa tahu bisnis Anda akan meledak untuk kedepannya.

2. Layak Tumbuh, Punya Masa Depan dan Mempunyai Keunggulan Bersaing yang Jelas

Memilih produk untuk dibisniskan yang sesuai dengan Trend sekarang yang dapat diandalkan sampai dengan kedepannya. Selain itu juga memiliki keunggulan yang dapat dilebihkan daripada produk yang serupa.


Contohnya:

Mungkin waktu dulu Anda pernah mendengar alat komunikasi Pager. Ini adalah alat komunikasi yang booming pada masa lalu. Dan jika Anda menjual produk ini di masa sekarang, Anda akan kalah saing dan bahkan Anda akan langsung gulung tikar. Karena di sekarang sudah ada produk yang lebih canggih dan juga lebih bisa diandalkan dari pada Pager.

Jika Anda ingin menjual produk, sebisa mungkin sesuaikan dengan trend yang sekarang ini sedang banyak dipakai/ banyak dicari oleh banyak orang.
Kalau perlu, Anda dapat menciptakan suatu produk yang dapat dipakai oleh banyak orang dan menciptakan trend Anda sendiri/ trend yang akan booming kedepannya.

3. Jalan Dengan atau Tanpa Kita

Jika Anda mempunyai sebuah bisnis dan bisnis Anda sukses ke depannya, secara tidak langsung Anda akan membuat bisnis yang lainnya untuk lebih bisa menguntungkan Anda dari pada Anda hanya ketergantungan dengan bisnis Anda yang pertama.

Nah, jika Anda sudah membuat bisnis yang baru maka secara tidak langsung harus beralih dan sebagian besar waktu Anda harus beralih ke bisnis Anda yang baru. Disini Anda harus dapat menentukan apakah Anda dapat meninggalkan sementara bisnis Anda yang lama dan beralih ke yang baru.

Karena Anda membangun bisnis yang baru dan ingin mempunyai Aset yang lebih dibandingkan yang sekarang, namun jika ternyata bisnis Anda yang lama tidak bisa berjalan tanpa Anda. Sebaiknya Anda menunda untuk membuat bisnis yang baru dan melakukan training kepada bisnis yang lama Anda untuk lebih bisa berjalan tanpa Anda.

Karena Anda ingin mempunyai Aset, jika bisnis tersebut tidak dapat ditinggal oleh Anda. Maka Andalah yang menjadi Aset dari bisnis Anda tersebut.

Semoga bermanfaat, Saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat!




(hen/hen)


Sumber: DetikFinance

Monday, July 16, 2012

KORPORASI : Turun ke Lapangan


Foto: Kompas.com

KOMPAS.com - Semasa masih berusia di bawah 78 tahun, usahawan Ciputra selalu turun langsung ke lapangan. Kalau para direksinya hendak melapor di kantor, pendiri salah satu grup properti terbesar di Asia Tenggara ini sesekali memilih menerima laporan di lapangan. ”Kebetulan saya hendak melihat langsung lokasi proyek. Nanti saya dengar laporan Anda di sana saja, ya,” begitu Ciputra menirukan ucapannya sendiri, di Jakarta pekan lalu.

Ciputra menuturkan, ke lapangan memberi makna dan penuh warna sebab staf atau para pekerja di lapangan senang disapa. Arti lain, ia langsung melihat bakal lokasi proyeknya, tahu keadaan sesungguhnya di lapangan, tahu apa yang mesti disiapkan, tahu perkembangan detail, dan sebagainya.

Berada di lapangan, lanjut Ciputra, membuat seluruh elan (semangat perjuangan) melompat-lompat, energi bergelora luar biasa. Kalau sudah begini, proyek-proyek berikutnya segera menyusul. Datangnya proyek baru tidak semata dilihat sebagai ekspansi, tetapi terbukanya lapangan kerja. Kini, Ciputra (80 tahun) lebih berkonsentrasi pada aktivitas amal dan pendidikan. Ia melimpahkan grup usahanya kepada anak dan para menantunya.

Turun ke lapangan menjadi ciri khas bagi para usahawan. The Ning King, usahawan tekstil dan properti, suka ke lapangan. Begitu pula dengan usahawan lain, di antaranya Dick Gelael dari KFC, J Andrean dari J.Co dan Breadtalk, Chairul Tanjung dari Para Group, Tri Ramadi dari Alam Sutera, AH Marhendra dari SpringHill, S Benjamin dari Summarecon.

Dick Gelael, misalnya, selalu menyempatkan datang sendiri melihat bakal gerai Kentucky Fried Chicken (KFC). Kalau ia merasa tak cocok, meski anak buahnya merekomendasi, gerai itu pasti batal dibeli atau batal dibangun. Kalau cocok, biasanya Dick langsung mengambil kertas putih dan memberi sketsa tentang bentuk gedung atau restoran yang ia inginkan. ”Sampai lapangan parkirnya seperti apa, beliau juga yang gariskan,” ujar Ricardo Gelael, salah seorang putranya, baru-baru ini.

Kalau pembangunan gerai baru itu dikerjakan, Dick yang suka mengendarai jip dengan bendera kecil di depannya, suka tiba-tiba muncul lalu memberi arahan. Ia tidak hirau apakah gerai itu terletak di daerah terpencil atau bukan. Ia selalu menyempatkan diri datang. Ini sekaligus menyiratkan betapa penting peranan sebuah gerai baru bagi Dick. Juga mencerminkan alangkah detail Dick melihat masalah dan betapa ia tidak ingin mendengar laporan dari belakang mejanya.

Kalau kemudian KFC tetap memegang pangsa besar dari pasar ayam goreng nasional, itu tidaklah mengherankan sebab Dick tekun mencium aroma persaingan usaha di lapangan dan rajin mencoba cita rasa KFC. Sedikit saja berubah, ia langsung berteriak. Teriakan Dick menembus semua sekat KFC.

Kita acap menggampangkan aspek lapangan. Padahal, sikap kritis tetap perlu agar petugas lapangan tidak lengah.

Banyak eksekutif di China, Jepang, dan Jerman, sekadar menyebut contoh, sukses membawa usaha mereka ke puncak yang penuh kilau karena rajin turun ke lapangan. Mereka tekun mendengar suara-suara publik terhadap perusahaan mereka. Suara-suara publik menjadi telaga emas bagi perusahaan yang ingin berjalan di depan. (Abun Sanda)

Sumber: Kompas.com

Friday, July 13, 2012

Dulu Tukang Becak, Kini Punya 10 Mobil dan 2 Pabrik (2)


Foto: Kompas.com

Menimba ilmu dari pabrik garam

Sanim menceritakan, pada awalnya ketika masih sebagai tukang becak, ia sering mangkal di persimpangan Jalan Cirebon. Di tempatnya mangkal, berdiri sebuah pabrik garam yang cukup besar.

Sanim pun tertarik untuk melamar kerja di pabrik tersebut, dengan harapan nasibnya bisa lebih baik. Beruntung, Ia diterima bekerja di situ.

"Setelah dua bulan bekerja, saya pun berpikir, daerah kita kan punya potensi garam, loh kenapa saya tidak bisa membuat garam sendiri," ungkapnya.

Akhirnya, Sanim berhenti kerja dari pabrik garam tersebut. Di situlah ia mulai berpikir, usaha garam ternyata mampu mengeruk keuntungan yang lebih besar dari buruh pabrik, apalagi tukang becak.

Baginya, garam bukan hanya sebagai bumbu penyedap makanan, melainkan juga dibutuhkan untuk keperluan industri, pertanian, dan perikanan. Ternyata, tidak sia-sia pernah bekerja di pabrik garam. "Jadi bisa dikatakan cuma menimba ilmu di pabrik tersebut," tuturnya.

Ilmu yang diperolehnya ialah cara membuat garam krosok. Sanim pun menggarap empang peninggalan orang tuanya yang berada di belakang rumahnya untuk mencoba membuat garam.

"Alhamdulillah, lama-lama usaha saya berkembang, sampai yang awalnya usaha di halaman belakang rumah, lalu berkembang dan kita bisa membeli tanah untuk tempat produksi yang lebih luas lagi," ujar Sanim, yang mampu mengantarkan keempat anaknya meraih gelar sarjana ini.

Petani garam umumnya memanfatkan empang atau kolam di dekat pantai. Caranya, dengan mengumpulkan air laut ke dalam empang. Lalu, dengan bantuan sinar matahari, air laut yang terkumpul tersebut akan menguap dan menghasilkan kristal-kristal bersenyawa Natrium clorida (NaCl).

Kristal NaCL itu dikumpulkan oleh petani, lalu dibersihkan berulang kali dari kotoran yang melekat hingga menjadi butiran halus dan kecil, tetapi non-yodium.

Itu dulu, tetapi kini, selain memproduksi sendiri garam krosok, ia juga membelinya dari petani garam di sekitar Cirebon. Dengan kisaran harga beli sekitar Rp 400 per kilogram.

Harga belinya murah disebabkan garam yang diterima masih sangat kotor dan berwarna hitam. Kemudian ia cuci kembali dengan alat seadanya.

Akhirnya, Ia memutuskan untuk membeli alat pencuci khusus garam krosok seharga Rp 20 juta-an. Lebih efisien, dan garam krosok bisa dibersihkan dengan cepat. Ia pun menjual garam itu ke industri, pertanian, dan perikanan.

Namun, Sanim enggan menyebut berapa harga jual garamnya. Di beberapa iklan promosi yang beredar di internet, harga jual garam krosok bersih bisa mencapai Rp 810.

Peralatan produksi garamnya pun masih menggunakan mesin tradisional. Menurutnya, ini warisan budaya setempat. Lagi pula, ia menganggap mesin tradisional lebih tahan lama dan tidak menimbulkan suara bising ketimbang mesin modern berbahan besi.

Mesin tradisional inilah yang digunakan Sanim untuk mengolah garam krosoknya menjadi garam beryodium dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat.

"Kalau barang, jualnya habis-habis terus, tak pernah berkurang. Karena pemasaran banyak sekali setelah garam beredar," ungkapnya.

Memanfaatkan KUR

Lambat laun, Sanim pun mulai berpikir untuk mengembangkan usaha lebih besar lagi dari yang ia jalani sekarang. Pada 2010, ia memutuskan untuk menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan perbankan BUMD Jawa Barat, yakni Bank Jabar Banten (BJB).

Sebelumnya, ia hanya memanfaatkan jasa bilyet giro Bank BJB untuk bertransaksi dengan pembeli luar kota. "Kita pernah mengajukan utang pinjaman ke Bank BCA, tapi waktu itu ditolak. Setelah itu akhirnya kita ke bank BJB. setelah diproses dan melihat prospek perkembangan usaha kita, akhirnya kita dapat dana," katanya bercerita saat kesulitan memperoleh dana usaha.

Untuk menghasilkan 2.000 ton garam, paling tidak Sanim harus mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp 1 miliar. Untuk itu, ia sangat membutuhkan suntikan dana bank untuk memperlancar arus produksinya.

Ia mengaku tidak pernah mengalami kredit macet selama meminjam ke bank. "Ke depannya nanti saya akan meminjam kembali ke Bank BJB sebesar Rp 500 juta. Kepenginnya saya balikin sekitar 1 tahun," katanya.

Sementara itu, ditemui Kompas.com di tempat yang sama, Dirut Bank BJB Bien Subiantoro mengatakan, bank yang dipimpinnya itu memberikan akses kemudahan bagi para pengusaha mikro melalui jalur KUR.

Salah satu langkah BJB ialah meluncurkan suatu program bernama "Warung BJB". Warung tersebut semacam bank keliling khusus untuk menyalurkan pembiayaan usaha mikro.

Kini, 430 Warung BJB tersebar di pasar-pasar tradional di beberapa wilayah Jawa Barat dan Banten.

"Khusus kredit (KUR) kita masih fokus di Jawa Barat dan Banten. Ini karena untuk menyalurkan kredit, kita harus tahu dulu customer-nya," tutur Bien.

Dirinya mengklaim, pengusaha mikro tidak perlu lagi berpikir ribetnya proses birokrasi pengajuan dana KUR.

Biasanya, lanjut Bien, pengusaha mikro yang datang ke BJB untuk mengajukan KUR didiskusikan terlebih dahulu, bank pun bisa langsung mencairkan dananya. Asalkan pengusaha punya tempat usaha tetap.

"Kita memberi dana mulai paling kecil yakni Rp 2 juta hingga yang paling besar sampai Rp 50 juta. Begitu tumbuh, lalu kita naikkan kembali levelnya sampai RP 100 juta. Lalu begitu tumbuh lagi, kita naikkan kembali level pinjamannya. NPL-nya (kredit bermasalah) pun kecil, hanya empat persen (maksimal lima persen) untuk mikro," kata Bien, yang pernah menjabat Direktur Treasury dan Internasional Bank BNI ini.

Rhenald Kasali tentang Sanim

Guru Besar FEUI sekaligus penggiat Rumah Perubahan kewirausahaan Rhenald Kasali mengatakan, banyak sekali orang yang menjadi tukang becak selama 20 tahun dan bahkan hingga akhir hayatnya.

"Tapi Pak Sanim berubah, justru Pak Sanim melihat dirinya ada potensi. Dan sekarang Pak Salim menjadi pengusaha besar di bidang garam. Ketika sebagian besar orang justru ingin impor garam. Pak Sanim berkutat untuk menyelamatkan garam Indonesia. Jadi ini salah satu contoh," ungkapnya pada sambutannya di peluncuran buku terbarunya tentang kewirausahaan.

Rhenald menyebut Sanim dan pengusaha mikro sejenis adalah para "pengusaha cracking". Para pengusaha yang awalnya bukan dari kalangan keluarga pengusaha, tetapi mereka nekat keluar dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat pada umumnya.


Editor :Benny N Joewono

Dulu Tukang Becak, Kini Punya 10 Mobil dan 2 Pabrik (1)


Sumber: Kompas.com

Dulu Tukang Becak, Kini Punya 10 Mobil dan 2 Pabrik (1)


Foto: Kompas.com


JAKARTA, KOMPAS.com — Bertahun-tahun lamanya Sanim menggantungkan nasib pada sebuah becak yang dimilikinya. Kini nasibnya berubah, ia menjadi jutawan dengan dua pabrik, tiga rumah, 10 mobil, dan dua kali haji dari usahanya itu.

Sanim (60) merupakan seorang pengusaha asal Desa Rawa Urip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ia menjadi salah satu contoh warga yang berhasil keluar dari garis kemiskinan.

Dua usaha yang ia jalani saat ini ialah pabrik pembuatan garam dan pupuk organik. Namun, nama Sanim lebih dikenal sebagai pengusaha garam ketimbang pengusaha pupuk organik.

"Sekarang saya punya 10 mobil, tiga di antaranya mobil pribadi tipe Daihatsu Taruna, Honda Jazz, dan mobil pertama ketika saya beli tahun 1997, yaitu Daihatsu Espass, bangga sekali saya saat itu. Sisanya mobil angkut produksi, seperti Fuso," ujar bapak empat anak ini, saat ditemui Kompas.com di acara peluncuran buku kewirausahaan Rhenald Kasali di Gedung WTC, Jakarta Kamis (5/7/2012).

Adapun beberapa jenis garam yang diproduksi ialah jenis garam grosok (garam non-yodium masih berbentuk butiran besar dan kasar, biasanya dipakai untuk budidaya dan pengawetan ikan), garam dapur (konsumsi), dan garam industri untuk pabrik tekstil.

Sementara jenis pupuknya, yakni organik tipe KCL (kalium clorida), fungsinya meningkatkan unsur hara kalium di dalam tanah budidaya.

Kemampuan produksi kedua pabriknya, Samin mengaku, dalam setahun mampu memproduksi masing-masing 2.000 ton baik garam maupun pupuk organik.

"Oh kalau barang jadinya, itu mah (harga jual) rahasia perusahaan, Mas. Yang penting perhitungan saya ini ada lebihnya gitu. Saya tidak tahu kiranya berapa, tapi tahun kemarin bersih minimal mencapai Rp 400 juta per tahun," tuturnya sambil tertawa.

Bersambung ...

Dulu Tukang Becak, Kini Punya 10 Mobil dan 2 Pabrik (2)


Editor :Benny N Joewono

Sumber: Kompas.com