Wednesday, July 25, 2012

Penjualan iPhone Turun, Laba Apple Inc. Terkikis


Monexnews - Earnings Apple Inc. meleset dari ekspektasi Wall Street dikarenakan merosotnya kondisi ekonomi Eropa yang menyebabkan daya beli berkurang. Konsumen juga memilih untuk tidak melakukan pembelian hingga diluncurkannya iPhone versi baru pada musim gugur, hal ini langsung memukul harga saham.

Saham perusahaan teknologi terbaik di dunia ini anjlok lebih dari 5% akibat laporan earnings yang meleset dari harapan Wall Street. Saham turun ke $570.81 di akhir perdagangan dan ditutup di $600.92 pada bursa saham Nasdaq. Dari angka ini jelas terlihat bagaimana merek Apple menjadi kurang tahan terhadap siklus ekonomi terutama untuk produk yang memiliki saingan.



Apple, yang dinahkodai oleh Tim Cook sejak Agustus lalu, menyalahkan turunnya penjualan dikarenakan menurunnya daya beli dari konsumen di negara-negara Eropa Barat dan dikarenakan tindakan konsumen yan menunggu peluncuran model iPhone baru yang akan diluncurkan pada bulan September atau Oktober. Untuk periode bulan April hingga Juni, Apple menjual 26 juta iPhone, angka ini di bawah prediksi Wall Street sebesar 28 - 29 juta, meski jeda untuk pembelian iPhone 5 juga dijadikan pertimbangan. Angka jauh di bawah angka bulan Maret sebesar 35.1 juta. Penjualan iPad, tablet yang mendominasi setengah dari pangsa pasar mencapai 17 juta pada tahun fiskal kuartal ketiga, angka di atas harapan.

Perkiraan pendapatan Apple untuk kuartal September sebesar $7.65 per saham dengan pendapatan sebesar $34 miliar, di bawah perkiraan rata-rata $10.23 per saham dengan pendapatan $38.03 miliar, menurut Thomson Reuters. Prospek untuk kuartal berikutnya ini sangat rendah. Kunci dari produk Apple adalah campuran antara iPhone dan iPad. IPhone memiliki margin yang lebih tinggi. iPhone memiliki penjualan lebih rendah daripada yang diharapkan. Perusahaan di Silicon Valley ini berharap banyak pada penjualan iPhone berikutnya, yang merupakan produk yang menghasilkan lebih dari setengah pendapatan dan membantu menopang keseluruhan margin.

Apple melihat Samsung Electronics sekarang sebagai penjual smartphone terbesar di dunia dan manufaktur handset lainnya menggunakan perangkat lunak Android dari Google Inc.

(din)

Sumber: MonexNews.com

No comments:

Post a Comment