Friday, June 15, 2012

Yield Obligasi Spanyol Tembus 7%

New York - Spanyol belum bisa bernafas lega. Imbal hasil alias yield obligasi 10 tahun miliknya menembus 7% pada lelang Kamis kemarin waktu setempat.

Menanjaknya imbal hasil surat utang itu setelah peringkat utang luar negeri Spanyol dipangkas oleh Moody's. Imbal hasil ini merupakan level tertinggi sejak tahun 1999.

Hal ini menjadi peringatan pertama terhadap negeri matador itu bahwa memang butuh bailout dari Uni Eropa. Italia sebelumnya juga pernah mengalami yieldtinggi di awal Januari tahun ini, tapi setelah itu turun hingga kisaran 6,2%.

Moody's memangkas peringkat Spanyol tiga notch ke posisi satu tingkat sebelum junk alias sampah. Semua itu akibat menumpuknya utang dan kekeringan likuditas di perbankannya.

"Permintaan bailout kepada Uni Eropa sudah memberi citra buruk terhadap pemerintahan Spanyol, sehingga mendorong tingginya surat utang tersebut," kata Joseph Tatusko, analis dari Westport Resources di Connecticut dilansir dari CNN, Jumat (15/6/2012).

Selain utang negaranya, sebanyak 18 bank Spanyol juga sudah terkena pemangkasan peringkat. Hal ini menunjukkan lemahnya kondisi kesehatan perbankan setempat.

Pekan ini, semua mata dunia terpaku ke Yunani yang akan menyelenggarakan pemilu. Hasil pemilu ini akan sangat menentukan ekonomi dunia, terutama Eropa, terkait rencana Yunani akan keluar dari Uni Eropa atau tidak.




(ang/nia) Angga Aliya - detikfinance

Jajaran Direksi BEI Boleh Baru, Tapi Muka Tetap Lama

Jakarta - Ito Warsito kembali terpilih menjadi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari hasil pilihan Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), muka-muka lama kembali jadi andalan. Empat direksi baru adalah pejabatincumbent periode sebelumnya.

Ito akan bekerja dengan beberapa individu-individu terbaik versi Bapepam-LK, diantaranya Direktur Penilaian Perusahaan Hoesen, Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Hamdi Hassyarbaini, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Uriep Budhi Prasetyo, Direktur IT & Manajemen Risiko Adikin Basirun, Direktur Pengembangan Friderica Widyasari Dewi, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Samsul Hidayat.

Ito bahkan menyebut susunan direksi BEI adalah '4L' atau Lu Lagi Lu Lagi. "Ini kan 4L, dan kita lihat nanti saja. Yang jelas saya sudah diinformasikan," kata Ito di kantornya, Jumat (15/6/2012).

Ia menjelaskan, tentu program kerja manajemen baru akan meneruskan master plan pasar modal. Selain penyelesaian pengembangan infrastruktur, Ito juga mengaku siap menarik emiten atau investor lebih banyak dan berkualitas.

Seperti diketahui, dalam pemilihan direksi Ketua Bapepam-LK, Nurhaida mengacak paket calon direksi BEI. Ada tiga individu yang diambil dari paket Harry Supoyo, diantaranya Uriep, Adikin dan Friderica.

Meski tidak dalam satu gerbong saat pencalonan direksi BEI, Ito memberi garansi mampu bekerja dengan ketiga orang tersebut. Apalagi sebelumnya mereka merupakan direksi incumbent.

"Tidak ada masalah, ada tiga direksi dari paket lain. Pasti akan bekerja sama. Ada kemampuannya," tegas Ito.



(wep/ang) Whery Enggo Prayogi - detikfinance

BI: Aturan DP Baru Tak Hambat Bisnis Otomotif dan Properti

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai kebijakan rasio loan to value (LTV) untuk KPR bank konvensional dan batas uang muka (DP) untuk kepemilikan rumah, motor dan mobil tidak akan menghambat bisnis bank.

Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, Perry Warjiyo menegaskan, peraturan yang mulai berlaku efektif hari ini (15/6) tidak bermaksud menghalangi aktivitas bisnis properti dan otomotif yang sedang berjalan saat ini.

"Memang policy diperlukan menjaga financing otomotif KPR, berjalan dengan kecepatan seiring dengan ekonomi. Enggak ada maksud menghalangi bisnis," ungkap Perry di Jakarta, Jumat (15/6/2012).

Perry menjelaskan, sebelumnya peraturan pemberian pembiayaan antara lembaga pembiayaan dan bank tidak sebanding. Menurutnya, di bank aturan pembiayaan lebih ketat daripada di lembaga pembiayaan, sehingga dengan peraturan pembatasan uang muka tersebut akan mengatur bisnis pembiayaan menjadi lebih terjaga.

"Dasarnya kita pantau pertumbuhan kredit, baik bank maupun Multi Financing. LTV di bank dan Lembaga Keuangan, itu bisa sebanding. Kan di bank lebih ketat, selama ini belum ada pengaturannya, jadi diatur juga," tambahnya.



(feb/ang) Feby Dwi Sutianto - detikfinance

Rumah Cicilan 'Super Murah' Disiapkan Untuk Pekerja Informal

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat menyatakan telah menyelenggarakan program rumah super murah untuk para pekerja informal. Cicilannya pun harian.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menyatakan, program kredit rumah rumah ini bisa dimiliki oleh pedagang-pedagang kecil seperti pedagang bakso, pedgaang koran, dan lain-lain.

"Ada rumah yang dibangun untuk pedagang atau pekerja yang tidak berpenghasilan tetap," tutur Djan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/6/12).

Dalam melaksanakan program ini, Kemenpera bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Pemda terkait. Rumah yang disediakan adalah rumah tipe 36. Harga rumah dan cicilannya akan disesuaikan dengan kemampuan konsumen.

Kementerian Perumahan Rakyat bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah dan Pemda terkait untuk melangsungkan program ini.

"Harga rumahnya tergantung kemampuan dari masyarakat, karena masyarakat non formal itu kemampuannya terbatas. Rata-rata itu Rp 50 juta, uang cicilannya pun harian," paparnya.

"Jadi kalau misalkan dia mampu bayar Rp 300 ribu per bulan, dia boleh bayar sehari Rp 10 ribu, tapi harus sampai Rp 300 ribu. Tergantung kesepakatannya," tambahnya.

Untuk uang muka, Djan mematok 10% dari harga rumah, sedangkan kredit yang akan diberikan untuk pekerja non formal ini flat 7,25% selama 20 tahun.

"Bunganya flat, 7,25% selama 20 tahun, untuk sekarang masih 15 tahun, tapi akan dijadikan 20 tahun," katanya.

Namun untuk saat ini, rumah murah ini baru ada di Palembang. Telah dibangun sebanyak 1.000 unit rumah di Palembang yang diperuntukkan untuk pekerja non formal. Djan mengatakan harus lebih banyak berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait dan BPD setempat dalam memperbanyak hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah ini.

"Saat ini di Palembang itu ada sekitar 500 sampai 1.000 rumah, target kita sebanyak-banyaknya di seluruh Indonesia. Medan sudah tertarik untuk dibangun, tergantung pemda dan BPD nya," tutup Djan.



(zul/dnl) Zulfi Suhendra - detikfinance

Bursa Asia Menguat, IHSG Malah Lesu


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 11 poin akibat aksi ambil untung. Indeks melemah di tengah penguatan bursa saham Asia.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 18,891 poin (0,49%) ke level 3.810,509 akibat sentimen positif dari pasar global. Rencana bank sentral dunia mengambil langkah terhadap krisis utang Uni Eropa disambut baik oleh investor.

Setelah menanjak ke posisi tertinggi di level 3.826,494 indeks langsung terkena aksi ambil untung. Indeks langsung meluncur ke teritori negatif hingga ke level terendahnya di 3.775,859.

Pada penutupan perdagangan perdagangan sesi I, Jumat (15/6/2012), IHSG menipis 11,939 poin (0,32%) ke level 3.779,679. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,877 poin (0,14%) ke level 644,141.

Aksi ambil untung langsung terjadi di saham-saham unggulan yang kemarin sudah naik cukup tinggi. Saham-saham tersebut berada di sektor komoditas, infrastruktur, dan perdagangan.

Saham-saham lapis dua masih berusaha menahan pelemahan dengan penguatan yang tipis. Aksi jual dilakukan investor asing juga lokal.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 46.354 kali pada volume 4,293 juta lot saham senilai Rp 1,722 triliun. Sebanyak 77 saham naik, sisanya 145 saham turun, dan 84 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih mampu mempertahankan penguatan di zona hijau. Pasar saham Hong Kong memimpin penguatan kali ini.

Berikut situasi di bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,82 poin (0,17%) ke level 2.299,77.  
  • Indeks Hang Seng melonjak 244,56 poin (1,30%) ke level 19.052,96.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat tipis 10,95 poin (0,13%) ke level 8.579,84.  
  • Indeks Straits Times menguat 15,16 poin (0,55%) ke level 2.788,97.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 1.250 ke Rp 24.400, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.200 ke Rp 35.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 200 ke Rp 57.450, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 150 ke Rp 48.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 650 ke Rp 21.600, Indomobil (IMAS) turun Rp 250 ke Rp 7.150, Surya Citra (SCMA) turun Rp 200 ke Rp 8.500, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 200 ke Rp 6.850.


(ang/dnl)  Angga Aliya - detikfinance
Share:

Ito Warsito Kembali Jadi Bos Bursa Efek

Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito terpilih kembali jadi orang nomor satu di pasar modal Indonesia. Ito akan menjabat hingga 2015.

"Iya. Keputusannya sudah saya terima," kata Ito ketika dihubungi detikFinance, Jumat (15/6/2012).

Surat keputusan itu diberikan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Otoritas pasar modal itu akan mengumumkan secara resmi terpilihya Ito siang nanti.

Dengan demikian, susunan direksi baru BEI adalah sebagai berikut:
  • Direktur Utama Ito Warsito
  • Direktur Penilaian Perusahaan : Hoesen
  • Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia: Hamdi Hassyarbaini
  • Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Uriep Budhi Prasetyo
  • Direktur IT & Manajemen Risiko: Adikin Basirun
  • Direktur Pengembangan: Friderica Widyasari Dewi
  • Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Samsul Hidayat


(ang/dnl) Whery Enggo Prayogi - detikfinance

Wednesday, June 13, 2012

Hatta: Krisis Eropa Jadi Ancaman Sekaligus Peluang Untuk RI

Bratislava - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mewaspadai krisis Eropa termasuk kondisi genting di Yunani menjelang pemilu 17 Juni nanti. Menurutnya, kondisi Eropa bisa jadi ancaman sekaligus peluang bagi Indonesia.

"Ini perlu diwaspadai Indonesia, krisis Eropa tak boleh dianggap enteng," kata Hatta di Hotel Carlton, Bratislava, Rabu (13/6/2012)

Hatta mengatakan dampak krisis Eropa secara langsung berpengaruh pada pembiayaan perdagangan, kebutuhan valas seperti dolar yang meningkat membuat nilai tukar rupiah melemah. Di saat yang bersamaan, kondisi perekonomian di China dan India mengalami penurunan yang akan berdampak pada ekspor.

Menurutnya, posisi kontribusi ekspor Indonesia terhadap PDB hanya 24%, merupakan komposisi yang pas. Jika pun terus terjadi penurunan ekspor, maka pasar dalam negeri menjadi garansi untuk ekonomi Indonesia tetap tumbuh.

"Menjaga tak membanjirnya barang impor sangat penting. Jangan sampai pasar dalam negeri dikuasai barang impor," katanya.

Di sisi lain, Hatta menambahkan, krisis Eropa secara tak langsung mendorong investor mencari peluang-peluang investasi baru termasuk di Indonesia. Ia beranggapan, uang para investor harus tetap bergerak, bahkan ia mengakui adanya tren investasi yang naik dari Eropa maupun AS.

Kondisi ini harus dimanfaatkan dengan mencegah adanya hambatan-hambatan investasi yang terjadi. Antara lain memaksimalkan regulasi di Indonesia seperti tax holiday, tax allowance, dan lain-lain.

"Terjadinya krisis Eropa sebenarnya menjadi kesempatan atau peluang di samping juga menjadi ancaman," kata Hatta.


(hen/dnl)  Suhendra - detikfinance

Pengembang Senayan City Terbitkan Obligasi

VIVAnews - PT Greenwood Sejahtera Tbk berencana menerbitkan obligasi senilai Rp500-750 miliar pada tahun ini. Obligasi yang akan diterbitkan tersebut bertenor maksimum lima tahun.

"Pemegang saham sudah setuju," kata Presiden Direktur Greenwood, Harry Gunawan, usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu 13 Juni 2012.

Menurut dia, dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk ekspansi usaha dengan mengakuisisi tiga hingga empat proyek mixed use dan high risk development yang berlokasi di Jakarta.

Untuk penerbitan obligasi yang direncanakan pada kuartal ketiga itu, perseroan tengah menyeleksi beberapa penjamin pelaksana emisi. "Ada 2-3 penjamin pelaksana emisi yang saat ini sedang kami kaji," ujarnya.

Ia mengungkapkan, perseroan memanfaatkan situasi perekonomian yang kondusif dan kenaikan peringkat utang Indonesia terkait penerbitan obligasi itu. "Kami akan ajukan pemeringkatan obligasi ini kepada lembaga pemeringkatan," ungkapnya.

Greenwood adalah perusahaan properti yang telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada akhir 2011.

Bidang usaha perseroan yaitu pembangunan, investasi, perdagangan, dan penyewaan properti. Greenwood Sejahtera juga memiliki anak perusahaan yang proyek-proyeknya telah selesai dibangun antara lain The Peak Apartment di Setiabudi, pusat perbelanjaan Senayan City, Festival CityLink di Bandung, Lindeteves Trade Center di Glodok, dan Emporium Pluit Mall di kawasan Pluit.

Sementara itu, beberapa proyek yang masih dalam tahap pembangunan yaitu Kuningan City dan Hotel Holiday-Inn Express.

Orang Kaya RI Makin Rajin Beli Properti Tanpa Kredit

Jakarta - Pertumbuhan bisnis properti membawa dampak positif bagi pengembang. Dari seluruh unit yang ditawarkan, khususnya segmen menengah atas, laris diserbu konsumen. Cara pembayaran tunai pun kini lebih banyak, dibandingkan kredit pemilikan rumah (KPR).

Pembayaran tunai diakui Marketing Manager PT Intiland Development Tbk (DILD), Hammy Sugiharto. "Memang industri properti sedang bomb dan paling banyak yang membeli unit properti dengan cara cash," kata Hammy di Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (13/6/2012).

Hal ini dialami Hammy dalam pemasaran Serenia Hills. Unit perumahan premium ini telah terjual 134 unit dari total 225 unit yang tersedia. Padahal harga yang dibanderol untuk rumah ini cukup tinggi, Rp 2,2 miliar untuk tipe terkecil.

"Dari yang sudah terjual lebih banyak bayar cash dan cash bertahap. Rata-rata pembeli adalah warga sekitar Karang Tengah, termasuk warga di Vila Delima," tambah Hammy.

Diketahui, Serenia Hills berada di areal 10 ha dan terletak di belakang perumahan Vila Delima. Lahan ini dilepas pengembang Vila Delima dari grup Gajah Tunggal dan kini dikembangkan Intiland.

Menurutnya, Jakarta Selatan menjadi incaran konsumen berkantong tebal. Lebak Bulus hingga Tangerang Selatan menjadi opsi tinggal masyarakat selain di wilayah Pondok Indah atau Menteng.

"Sekarang kalau kita lihat, Pondok Indah harganya sudah mencapai Rp 9 miliar. Demand-nya jauh melebihi supplainya. Jadi kami anggap Selatan jadi alternatif," paparnya.

"Yang beli kami lihat masyarakat sekitar, yang beli untuk anaknya," tegas Hammy.



(wep/ang) Whery Enggo Prayogi - detikfinance

6 Wanita Ini Sukses Bangkitkan Perusahaan 'Sakit'

Jakarta - Kaum hawa selama ini dipandang sebelah mata di dunia korporasi. Jangankan masuk jajaran direksi, jadi karyawan biasa saja kadang masih diragukan kinerjanya.

Tapi sekarang ini zaman mulai bergeser, sudah banyak wanita yang memimpin perusahaan, dan berhasil membawa sukses terhadap perusahaan tersebut. Sebanyak 18 perusahaan yang masuk dalam Fortune 500 (perusahaan terbaik dan terbesar di Amerika Serikat), dipimpin oleh wanita.

Meski jumlahnya masih sedikit, tapi keberadaan kaum wanita di korporasi AS ini perlu diperhitungkan. Apalagi jika wanita tersebut telah berhasil menyelamatkan perusahaannya dari sakit menjadi sukses besar.

Seperti dikutip dari Investopedia, Rabu (13/6/2012), berikut ini adalah enam wanita yang telah sukses mengumpulkan laba cukup tinggi untuk perusahaan yang mereka pimpin.

1. Ursula M. Burns

Ursula menjadi CEO wanita keturunan Afrika-Amerika pertama yang masuk daftar perusahaan Fortune 500 company. Ursula Burns menjabat sebagai CEO Xerox Corporation sejak Juli 2009, bahkan sekarang rangkap jabatan menajdi komisaris.

Ia memulai karirnya di Xerox pada tahun 1980 melalui magang sebagai teknisi mekanik. Di bawah pimpinannya, Xerox melakukan akuisisi terbesarnya sepanjang sejarah, yaitu mencaplok Affiliated Computer Services senilai US$ 6,4 miliar (Rp 57,6 triliun).

Akuisisi itu berhasil menjejakkan kaki Xerox di industri jasa komputer yang pergerakan uang di industrinya mencapai lebih dari US$ 500 miliar (Rp 4.500 triliun) setiap tahunnya.

2. Ellen J. Kullman

Sebagai komisaris dan CEO E.I. du Pont de Nemours and Company, produsen bahan kimia terbesar ketiga dunia, Kullman mengarahkan divisi customer relations untuk berkonsentrasi ke customer needs.

Keputusannya itu membuahkan banyak inovasi dan ide baru di perusahaan tersebut. Konsentrasinya kepada pengembangan produk baru menghasilkan lonjakan pendapatan hingga 40%, rekor baru yang dipegang DuPont's dari penjualan produk baru saat resesi.

3. Irene B. Rosenfeld
Rosenfeld adalah CEO sekaligus komisaris Kraft Foods, produsen makanan kemasan yang beroperasi di lebih dari 170 negara. Produk-produknya yang terkenal antara lain keju Kraft, Oreo, Nabisco, kopi Maxwell House, dan sereal Oscar Mayer.

Laba yang diraup Kraft meningkat signifikan di bawah kepemimpinannya, baik itu di AS dan luar negeri. Pada 2011 lalu, ia memotong bonusnya sendiri sebanyak 46% karena gagal mencapai target meski masih terus mencetak laba.

4. Indra K. Nooyi

Nooyi dikenal luas sebagai CEO wanita yang paling sukses sejak mulai memimpin PepsiCo Oktober 2006 silam. Pepsi merupakan perusahaan global yang memiliki merek-merek seperti Quaker Oats, Tropicana, Gatorade, Frito Lay, dan Pepsi Cola.

Saham Pepsi sempat turun 1% sejak dipimpin Nooyi. Bahkan banyak analis yang menilai saham Pepsi masih terlalu murah, hanya US$ 10, tidak sebanding dengan kinerja perusahaan yang kinclong.

Meski dirudung berbagai masalah ini, Nooyi berhasil menggenjot omzet perusahaan melalui berbagi produk baru yang serba sehat, meliputi produk berisi buah, susu dan tanaman pangan lain. Hasilnya, omzet PepsiCo melonjak 72% dengan laba yang naik dua kali lipat.

5. Lynn L. Elsenhans

Ia pernah jadi komisaris, CEO dan pemilik Sunoco, dan jadi satu-satunya wanita yang pernah memimpin perusahaan migas raksasa itu. Permintaan akan minyak sedang turun tajam akibat krisis saat ia ditunjuk sebagai CEO di 2008.

Untuk menyelamatkan perusahaan, ia mengurangi pegawai, menutup beberapa kilang dan menjual aset yang tidak menghasilkan atau sudah di ujung tanduk. Kapitalisasi pasar raksasa migas itu menanjak 52% di bawah kepemimpinannya. Awal tahun ini Elsenhans baru saja mengundurkan diri dari posisi CEO.

6. Patricia Woertz

Sebagai komisaris, pemilik sekaligus CEO Archer Daniels Midland, raksasa di industri agrikultur dan makanan kemasan, Woertz pernah membantu perusahaan itu mencetak rekor laba tertinggi.

Di bawah pengawasannya, perusahaan agrikultur itu membukukan penjualan US$ 61 miliar (Rp 549 triliun), dibarengi dengan berkembangnya sistem operasional dan rencana pengembangan investasi.

Woertz selalu punya rencana untuk melakukan akuisisi terhadap perusahaan-perusahaan baru, juga membangun pabrik baru untuk pengembangan perusahaan.

sumber : Angga Aliya - detikfinance





 


Semesta Indovest: Minat Beli Kembali Muncul

Jakarta - Bursa AS bergerak rally pada perdaganga tadi malam dengan indeks Dow Jones menguat 162,57 poin atau 1,31%, S&P 500 naik 1,17%, dan Nasdaq naik 1,19%. Penguatan indeks didorong oleh naiknya saham Boeing sebesar 3,5% setelah Bernstein mengupgrade target harga saham dan rating sahamnya menjadi outperform . Saham-saham sector financial juga menguat akibat spekulasi uni eropa akan menambah stimulusnya. Hal tersebut menghapus kabar buruk dari Fitch yang mendowngrade rating 18 bank Spanyol. Investor juga tetap focus dan menunggu hasil pemilu Yunani.

Bursa Eropa ditutup positif walau sempat tertekan akibat downgrade yang dilakukan Fitch terhadap 18 bank Spanyol. Indeks FTSE naik 0,76%.

Bursa Indonesia hari ini berpeluang kembali menguat, minat beli terlihat mulai kembali sejak beberapa hari terakhir ini dan dapat berdampak pada tren IHSG yang cukup positif. Investor dapat melakukan strategi trading jangka pendek. Saham-saham yang dapat diperhatikan hari ini antara lain ANTM, BRAU, ENRG, MNCN, WIKA.

Indonesia News Highlight
• Laba Siantar Top Kuartal I Naik 97%
• Radiant Incar Pendapatan Rp1,5 Trilyun
• Penjualan Pakan Naik, Laba Malindo Tumbuh 14%
• Tiga Pilar Tebar Dividen Rp6,5 /Saham

Trading Counter – Technical Analysis
• ANTM – Trading Buy
• BRAU – Trading Buy
• ENRG – Trading Buy
• MNCN – Trading Buy
• WIKA – Trading Buy


(ang/ang)  Semesta Indovest - detikfinance

IHSG akan Buntuti Penguatan Wall Street

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin turun 13 poin akibat tekanan jual di saham-saham lapis dua. Investor belum mendapat sentimen positif yang bisa mendorong indeks menguat.

Menutup perdagangan, Selasa (11/6/2012), IHSG turun 13,635 poin (0,36%) ke level 3.852,578. Sementara Indeks LQ45 melemah 1,368 poin (0,21%) ke level 656,712.

Wall Street berhasil menepis sentimen negatif dari Eropa dengan menguat lebih dari satu persen. Saham Boeing melesat tinggi mendorong reli di pasar saham Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones bertambah 162,57 poin(1,31%) ke level 12.573,80. Indeks Standard & Poor's 500 naik 15,25 poin (1,17%) ke level 1.324,18. Indeks Komposit Nasdaq menguat 33,34 poin (1,19%) ke level 2.843,07.

Hari ini IHSG diprediksi akan membuntuti penguatan Wall Street, apalagi dibantu oleh pasar saham regional yang menguat. Namun di tengah situasi ekonomi yang belum kondusif, investor masih akan lakukan trading jangka pendek.

Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:


  • Indeks Nikkei 225 naik 38,24 poin (0,45%) ke level 8.574,96.  
  • Indeks KOSPI menguat 5,21 poin (0,28%) ke level 1.859,95.  

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin ditutup melemah mengikuti sentimen negatif dari regional menyusul sikap pesimis investor bahwa dana bantuan yang akan diberikan kepada Spanyol dapat menanggulangi atau menahan krisis utang tidak menjadi lebih buruk.Dana bantuan 100M Euro dikuatirkan akan membuat beban utang Spanyol smakin berat dari sebelumnya. Sebagai perbandingan perekonomian Spanyol sebanding dengan 2 kali gabungan perekonomian Irlandia, Yunani, dan Portugal. Sehingga banyak yang pesimis 100M Euro tidak akan cukup untuk Spanyol.Selama sepekan kebelakangan transaksi IHSG yang lebih kecil dari rata-rata, menggambarkan banyak investor memilih untuk "wait and see" hingga stabilnya krisis di Eropa. Nilai transaksi kemarin tercatat hanya mencapai Rp2,66T. Untuk hari ini kami proyeksikan indeks akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Kisaran support-resistance 3.820-3.880.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG kembali mengalami koreksi, dengan range konsolidasi 3907 – 3807, walau memang masih diatas support weekly-nya di 3838, namun MACD Histogram yang sudah Golden Cross ternyata tidak mampu memberikan kenaikan yang cukup signifikan sehingga dapat keluar dari channel konsolidasinya. Ini berarti dengan kenaikan lemah kemarin, membuka peluang penurunan hingga batas support konsolidasi di 3807, bahkan mungkin untuk menguji di level 3768, apabila MACD Histogram menunjukkan Death Cross. Untuk itu trading plan jangka pendek masih berlaku hingga indicator IHSG memberikan konfirmasi sinyal yang positif.
Pada perdagangan besok IHSG, kami memperkirakan masih dalam pola sideways dengan kecenderungan bergerak Mixed, adapun saham yang dapat diperhatikan, a.l. LSIP, MAIN, dan KRAS.



(ang/ang) Angga Aliya - detikfinance

Tuesday, June 12, 2012

Saham Lapis Dua Kena Tekanan Jual, IHSG Turun 13 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 13 poin akibat tekanan jual di saham-saham lapis dua. Investor belum mendapat sentimen positif yang bisa mendorong indeks menguat.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.395 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp 9.450 per dolar AS.

Membuka perdagangan, IHSG terpangkas 28,545 poin (0,74%) ke level 3.837,668 akibat sentimen negatif dari pasar global. Rencana suntikan likuiditas ke perbankan Spanyol tidak cukup meredakan kecemasan investor.

Sentimen dari Eropa itu merangsang investor untuk lakukan aksi jual. Indeks pun sempat jatuh ke posisi terendahnya hari ini di level 3.824,949.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 29,092 poin (0,76%) ke level 3.824,949 poin menyusul aksi tunggu yang dilakukan investor. Belum adanya sentimen positif membuat investor kurang bersemangat dalam transaksi.

Saham-saham konsumer, aneka industri, infrastruktur dan manufaktur menjadi penopang bursa dengan menguat di zona hijau. Sedangkan enam sektor lainnya terjebak di zona merah akibat aksi jual.

Menutup perdagangan, Selasa (11/6/2012), IHSG turun 13,635 poin (0,36%) ke level 3.852,578. Sementara Indeks LQ45 melemah 1,368 poin (0,21%) ke level 656,712.

Saham-saham unggulan di sektor tambang, finansial dan perdagangan terkena koreksi paling tinggi sehingga menahan indeks tetap bergerak di zona merah.

Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuannya alias BI Rate di posisi 5,75%. Bank sentral memandang BI Rate masih sesuai dengan sasaran inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Transaksi investor asing tidak terlalu ramai, hingga sore ini transaksinya tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis senilai Rp 10,104 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 105.800 kali pada volume 4,856 juta lot saham senilai Rp 2,664 triliun. Sebanyak 57 saham naik, sisanya 199 saham turun, dan 75 saham stagnan.

Pasar saham Singapura menjadi satu-satunya yang berhasil menguat diantara bursa Asia lainnya. Sementara yang terkoreksi paling banyak adalah pasar saham Jepang.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 16,06 poin (0,70%) ke level 2.289,79.  
  • Indeks Hang Seng turun 81,07 poin (0,43%) ke level 18.872,56.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 88,18 poin (1,02%) ke level 8.536,72.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 3,22 poin (0,12%) ke level 2.791,03.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Unilever (UNVR) naik Rp 950 ke Rp 23.750, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 58.650, Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 21.950, dan Nipress (NIPS) naik Rp 300 ke Rp 4.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.650 ke Rp 48.650, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.450 ke Rp 23.450, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 600 ke Rp 13.350, dan Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 11.000.



(ang/dru)

Harga Melonjak, Waran Bank Capital Disuspen

VIVAnews - PT Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan waran seri I PT Bank Capital Indonesia Tbk di pasar reguler dan tunai pada sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu 4 April 2012.

"Suspensi dilakukan sehubungan dengan peningkatan harga yang signifikan pada waran seri I Bank Capital," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy, dalam penjelasan tertulis di Jakarta.

Menurut Irvan, harga waran seri I Bank Capital dengan kode perdagangan BACA-W sempat mencapai Rp205. Harga tersebut lebih besar dari harga saham Bank Capital Indonesia sebesar Rp167 pada sesi kedua perdagangan Selasa 3 April 2012.

"Untuk itu, bursa perlu menghentikan sementara perdagangan waran tersebut selama satu sesi perdagangan," ujar dia. 

Sementara itu, hingga pukul 10.19 WIB, harga saham Bank Capital Indonesia sudah mencapai Rp170 atau menguat Rp3 (1,8 persen). Nilai kapitalisasi pasar Bank Capital Indonesia di bursa tercatat mencapai Rp746,01 miliar. 

Pada saat penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO), saham Bank Capital ditawarkan pada harga Rp150 per unit. Saham di sektor perbankan ini dicatatkan di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia.(np)

Ubah Bisnis Inti, Laguna Terbitkan Saham Baru

VIVAnews - PT Laguna Cipta Griya Tbk akan menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya 3,66 miliar  saham. Penerbitan saham baru itu direncanakan pada 8 Juli mendatang.

Direktur Laguna, Danny Boestami, mengatakan, harga pelaksanaan rights issue itu Rp100 per saham. Nantinya, setiap pemegang 10 saham lama akan mendapatkan hak untuk membeli 26 saham baru. 

Pemegang saham lama perusahaan properti yang melakukan pergantian bisnis itu nantinya akan mendapatkan tiga waran. Namun, bagi yang tidak melaksanakan hak tersebut akan terdilusi sekitar 72,22 persen. 

"Kami tinggal menunggu persetujuan pemegang saham pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang rencananya digelar pada 27 Juni," kata Danny, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 12 Juni 2012.

Menurut dia, dengan aksi korporasi ini, perseroan diperkirakan meraih dana segar Rp366 miliar. 

Danny mengatakan, rencananya dana hasil rights issue akan digunakan untuk melakukan penyertaan modal di bisnis migas, kerja sama operasi dengan Blue Sky Langsa Ltd.

Dia menjelaskan, total kebutuhan dana untuk masuk ke bisnis migas ini sebesar US$48 juta. Selanjutnya, sisa dana untuk memenuhi modal perseroan akan dipenuhi dari penjualan aset properti di Palembang dan Cilegon.

Setelah mendapatkan modal, perseroan rencananya akan menggarap Langsa Technical Assistance Contract (TAC Langsa) di Aceh Timur dengan Blue Sky Langsa.

TAC Langsa berencana membuka satu tambahan sumur yang dulu pernah berproduksi dan diharapkan bisa meningkatkan produksi hingga sekitar 4.000 barel minyak per hari (BOPD).

Dengan beroperasinya sumur tersebut, perseroan menargetkan laba bersih pada 2013 mencapai Rp428,4 miliar atau meningkat drastis dari 2011 yang hanya mencapai Rp15 miliar dari bisnis properti.

Melalui kinerja itu, perseroan diperkirakan bisa memberikan laba bersih per saham (EPS) Rp85 pada akhir 2013, sehingga dengan harga pelaksanaan rights issuesebesar Rp100 itu akan ada keuntungan signifikan kepada investor. (adi)

Ingat! Pendapatan Minimal Pemegang Kartu Kredit Harus Rp 3 Juta/Bulan

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengeluarkan surat edaran mengenai alat pembayaran menggunakan kartu (APMK). Surat edaran ini merupakan peraturan pelaksana dari PBI No. 14/2/PBI/2012 tanggal 6 Januari 2012 tentang Perubahan Atas PBI No. 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan APMK. 

Surat edaran BI ini diperlukan untuk meningkatkan penerapan aspek kehati-hatian, aspek perlindungan konsumen, dan aspek peningkatan
standar keamanan teknologi APMK.

Surat Edaran bernomor 14/17/DASP tentang perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu dimana resmi berlaku mulai 7 Juni 2012.

Kepala Departemen Akunting dan Sistem Pembayaran BI Boedi Armanto dalam surat edaran tersebut menjelaskan materi dalam perubahan SE ini menyangkut perlindungan nasabah, prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko, standar keamanan kartu, kerjasama penyelenggara APMK dengan pihal lain, serta penyampaian laporan.

Berikut poin-poin surat edaran BI terkait APMK seperti dikutip detikFinance, Selasa (12/6/2012) :

Dalam rangka penerapan prinsip perlindungan nasabah, Penerbit APMK diwajibkan:
  • Menyampaikan informasi tertulis kepada calon Pemegang Kartu dan Pemegang Kartu atas APMK yang diterbitkan. Informasi tersebut wajib menggunakan Bahasa Indonesia yang jelas dan mudah dimengerti, ditulis dalam huruf dan angka yang mudah dibaca oleh calon b. Pemegang Kartu dan Pemegang Kartu; dan
  • Menyediakan sarana dan nomor telepon yang dapat secara mudah digunakan dan/atau dihubungi oleh calon Pemegang Kartu dan Pemegang Kartu dalam rangka melakukan verifikasi kebenaran segala fasilitas yang ditawarkan dan/atau informasi yang disampaikan oleh Penerbit.
Bunga Kartu Kredit yang paling kurang meliputi:
  • Besarnya suku bunga Kartu Kredit, baik suku bunga bulanan maupun suku bunga tahunan
  • Pola, tata cara dan komponen penghitungan bunga Kartu Kredit
  • Tata cara serta persyaratan permohonan penghapusan bunga jika terdapat kesalahan dalam pembebanan bunga Kartu Kredit

Informasi tata cara dan dasar penghitungan bunga Kartu Kredit harus dilengkapi dengan contoh atau ilustrasi yang mudah dipahami oleh Pemegang Kartu Kredit. Besarnya suku bunga Kartu Kredit tidak boleh melampaui suku bunga maksimum yang diditetapkan oleh Bank Indonesia. 

Tata cara dan persyaratan bagi Pemegang Kartu Kredit untuk mengakhiri dan/atau menutup fasilitas Kartu Kredit, yang paling kurang memuat informasi:
  • Persyaratan pengakhiran dan/atau penutupan fasilitas Kartu Kredit;
  • Mekanisme pengajuan permohonan pengakhiran dan/atau penutupan fasilitas Kartu Kredit;
  • Jangka waktu penanganan oleh Penerbit Kartu Kredit terhadap permohonan pengakhiran dan/atau penutupan fasilitas Kartu Kredit; dan informasi penting lainnya yang perlu diketahui oleh Pemegang Kartu Kredit.

Ringkasan transaksi Pemegang Kartu Kredit yang mencakup informasi transaksi Pemegang Kartu Kredit selama satu tahun berjalan dihitung sejak bulan mulai berlakunya Kartu Kredit, yang paling kurang memuat informasi:
  • Total transaksi pembelanjaan selama satu tahun
  • Total transaksi tarik tunai selama satu tahun
  • Total bunga selama satu tahun
  • Total biaya selama satu tahun
  • Total denda selama satu tahun
  • Performa pembayaran Pemegang Kartu Kredit atas tagihan Kartu Kredit selama satu tahun
  • Kualitas kredit Pemegang Kartu Kredit posisi terakhir.

Dalam rangka penerapan prinsip kehati-hatian dalam pemberian Kartu Kredit Penerbit Kartu Kredit diwajibkan menerapkan manajemen risiko kredit yaitu:
  • Batas minimum usia calon Pemegang Kartu Kredit
  • Kartu Kredit utama adalah 21 (dua puluh satu) tahun atau telah kawin
  • Kartu Kredit tambahan adalah 17 (tujuh belas) tahun atau telah kawin
  • Batas minimum pendapatan calon Pemegang Kartu Kredit adalah Rp 3.000.000,00 (tiga juta Rupiah) tiap bulan
  • Batas maksimum plafon kredit yang dapat diberikan kepada Pemegang Kartu Kredit secara kumulatif kepada 1 (satu) Pemegang Kartu Kredit adalah sebesar 3 (tiga) kali pendapatan tiap bulan
  • Batas maksimum jumlah Penerbit Kartu Kredit yang dapat memberikan fasilitas Kartu Kredit untuk 1 (satu) Pemegang Kartu Kredit adalah 2 (dua) Penerbit Kartu Kredit
  • Persentase minimum pembayaran oleh Pemegang Kartu Kredit paling kurang sebesar 10% (sepuluh persen) dari total tagihan. Pembatasan pada huruf b dan huruf c tidak berlaku bagi calon Pemegang Kartu Kredit dan Pemegang Kartu Kredit yang memiliki pendapatan di atas Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta Rupiah) tiap bulan.

Pembayaran Pemegang Kartu Kredit sebesar 10% (sepuluh persen) dari total tagihan atau lebih tetapi tidak penuh, harus dialokasikan oleh Penerbit Kartu Kredit untuk pembayaran biaya dan denda apabila ada, dan sisanya paling kurang sebesar 60% (enam puluh persen) untuk pemenuhan kewajiban pokok transaksi.

Sebagai upaya peningkatan keamanan transaksi Pemegang Kartu Kredit, Penerbit Kartu Kredit diwajibkan mengimplementasikan:
  • PIN paling kurang 6 (enam) digit sebagai sarana verifikasi dan autentikasi
  • Transaction alert kepada Pemegang Kartu Kredit dengan menggunakan teknologi layanan pesan singkat (short message service/sms) atau sarana lainnya berdasarkan pilihan Pemegang Kartu Kredit

Penerbit Kartu Kredit juga harus memastikan bahwa pihak lain yang menyediakan jasa penagihan yang bekerjasama dengan Penerbit Kartu Kredit juga mematuhi etika penagihan yang ditetapkan oleh asosiasi penyelenggara APMK.

Dalam rangka mendukung kajian Bank Indonesia untuk penetapan suku bunga maksimum Kartu Kredit, Penerbit diwajibkan menyampaikan Laporan Laba Rugi (Profit/Loss Report) Kartu Kredit. Laporan ini wajib disampaikan Penerbit Kartu Kredit kepada Bank indoensia secara berkala, yaitu triwulanan.

Pemberlakuan secara efektif ketentuan dalam SEBI APMK ini diatur sebagai berikut:
  • Ketentuan mengenai penerapan prinsip kehati-hatian seperti minimum usia calon Pemegang Kartu Kredit, minimum pendapatan calon Pemegang Kartu Kredit, batas maksimum plafon kredit, batas maksimum perolehan Kartu Kredit, maksimum suku bunga Kartu Kredit, dan penyampaian transaction alert, diberlakukan secara efektif per 1 Januari 2013
  • Ketentuan mengenai migrasi teknologi tanda-tangan menjadi PIN paling kurang 6 (enam) digit untuk transakasi Kartu Kredit wajib diselesaikan paling lambat 31 Desember 2014. Dengan demikian per 1 Januari 2015 penggunaan PIN paling kurang 6 (enam) digit untuk transaksi Kartu Kredit sudah wajib diimplementasikan secara penuh; dan
  • Ketentuan-ketentuan lainnya diberlakukan sejak tanggal perubahan SEBI APMK ini diterbitkan


(dru/ang)