Monday, July 16, 2012

Ini Perbedaan Utama Orang Kaya dan Superkaya: Perbedaan ini ditemukan dari data laporan pajak orang-orang kaya itu.


Foto: VivaNews.com


VIVAnews - Kalangan orang kaya yang identik dengan sekelompok masyarakat dengan pendapatan berkisar US$250 ribu-US$1 juta per tahun, dianggap memiliki posisi yang sama dengan masyarakat berpendapatan US$50 juta.

Namun anggapan tersebut sebetulnya tidak sepenuhnya tepat. Sebuah analisa terhadap masyarakat berpendapatan tinggi menemukan adanya perbedaan mencolok diantara kalangan Superkaya dan hampir kaya.

Roberton Williams dari Tax Policy Center, Amerika Serikat, membagi kalangan masyarakat kaya ke dalam dua kelompok berdasarkan data IRS tahun 2009. Satu grup beranggotakan masyarakat AS yang melaporkan pendapatan lebih dari US$1 juta. Sementara kelompok lainnya adalah kalangan 400 Top Earner, yang rata-rata memiliki pendapatan US$271 juta.

Hasil analisa tersebut, seperti dikutip VIVAnews dari laman CNBC, Senin, 16 Juli 2012, menunjukan bahwa lebih dari sepertiga kekayaan dari kalangan masyarakat yang memiliki pendapatan minimal US$1 juta berasal dari gaji.

Sementara keuntungan dari pertambahan modal (capital gain) yang sebelumnya berkontribusi hingga sepertiga dari pendapatan, terus melorot hingga 17 persen. Turunnya penerimaan dari keuntungan modal ini mulai terjadi pada tahun 2000.

Saat ini, kelompok orang kaya ini banyak mendapatan uang dari sumber pendapatan lain, terutama dari kerjasama bisnis mereka.

Sedangkan kalangan Super Kaya yang masuk daftar top 400 Fortunate, lebih banyak mendapatkan uang dari keuntungan modal dan pendapatan lainnya. Kekayaan dari pundi-pundi ini lebih banyak dibandingkan gaji atau upah mereka yang porsinya hanya 9 persen.

Namun seiring jatuhnya bursa saham AS, porsi penerimaan dari keuntungan capital gain ini terus terperosok dari 72 persen pada tahun 2000 menjadi 46 persen pada 2009.

Dari studi ini diketahui, masyarakat yang menghasilkan US$1 juta merupakan orang kaya dari gaji (salaried rich), sejak mereka menggantungkan pendapatan dari sumber-sumber tradisional. Sementara kalangan Super Kaya mampu mendatangkan kekayaannya dari penjualan saham maupun bisnis mereka.

Sejak kalangan Superkaya begitu bergantung pada keuntungan modal (terutama saham), pendapatan mereka kini menjadi lebih rendah. Hal ini terlihat dari jatuhnya kekayaan dari capital gain hingga 40 persen antara 2007-2009.

Sebagai sebuah kelompok masyarakat, kalangan Superkaya ini juga bergantung dengan sangat cepat. Setidaknya 73 persen dari anggota kelompok Superkaya ini hanya sekali terdaftar dalam kurun waktu 1992-2009.

Menurut William, sumber pendapatan bagi kalangan superkaya ini menjadi semakin rentan seiring terjadinya resesi ekonomi dunia. Sementara bagi kalangan orang kaya saja, pendapatan mereka turun 18 persen. (umi)

Sumber: VivaNews.com

No comments:

Post a Comment