Tuesday, June 5, 2012

Tips Mudah Menyiapkan Dana Darurat

Jakarta - Banyak orang tidak memiliki dana darurat yang bisa dipakai saat genting. Kebanyakan hanya berupa tabungan biasa yang bisa dicairkan sewaktu-waktu. Padahal, ada baiknya anda menyisihkan dana khusus untuk darurat ketimbang harus memotong tabungan.

Dana darurat seperti ini akan sangat diperlukan di situasi-situasi seperti, perbaikan mobil mendadak, tagihan rumah sakit akibat kecelakaan tidak terduga maupun kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Selain itu, bagi anda yang belum pernah memiliki simpanan seperti ini, bisa menjadi resolusi untuk memulainya di tahun 2012 nanti, terutama jika uang anda sudah habis untuk liburan Natal dan Tahun Baru.

Jadi bagaimanakah cara yang tepat untuk memulai dana darurat ini? Berikut ini ada beberapa tips dikutip dari financialedge, Selasa (27/12/2011), yang bisa membantu anda:

Jangan paksakan diri

Seperti pepatah lama, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Jadi mulailah dengan sesuatu yang kecil untuk dana darurat ini. Bahkan, hanya dengan Rp 25 ribu atau Rp 30 ribu per minggu juga bisa. Intinya bukan pada jumlah uang yang disisihkan, tetapi lebih kepada kebiasaan dan disiplin dalam menyimpan. Sekali anda terbiasa dengan hal ini, jumlahnya bisa anda naikkan secara perlahan tiap minggu.

Minta bantuan bank

Minta tolong ke bank anda untuk secara otomatis memotong anggaran dari gaji anda ke sebuah simpanan khusus. Hal ini bisa membantu anda yang kurang bisa disiplin dalam membagi uang. Sekali lagi, jumlahnya tidak perlu terlalu besar. Selang beberapa waktu, tanpa anda sadari, jumlahnya akan lebih dari cukup.

Anggap dana darurat ini sebagai tagihan rutin

Tips ini berguna juga untuk membantu anda lebih disiplin dalam menyisihkan dana darurat. Anggaplah dana darurat ini sebagai tagihan rutin yang wajib anda bayar. Ketika anda membuat daftar tagihan bulanan, masukan 'dana darurat' dalam daftar itu. Supaya lebih unik lagi, anda bisa membuat invoice lengkap dengan tanggal setiap dana darurat yang anda simpan.

Jangan pakai uang lembur dan bonus

Memang tidak ada hukumnya anda harus membelanjakan uang lembur, bonus atau tunjangan lainnya sampai habis. Ada baiknya anda simpan saja uang itu ke dana darurat. Hal tersebut lebih baik daripada membeli ponsel baru atau makan di restoran mewah yang sangat mahal. Anda tidak akan menyesal telah menyimpan uang tersebut.

Simpan uang receh

Cari sebuah kotak kosong atau kaleng bekas kue lalu bersihkan. Lalu, setiap anda punya uang receh di saku celana, masukan ke tempat penyimpanan tersebut. Setelah satu bulan, dana yang terkumpul pun akan cukup besar. Setelah itu pindahkan ke rekening khusus dana darurat anda. Kategori 'recehan' ini tergantung keinginan anda, bisa maksimal Rp 10 ribu atau Rp 5 ribu. Kalau lebih kecil, langsung masuk ke kaleng tadi.

Kesimpulan: Ada asalan yang tepat kenapa dana seperti ini disebut 'darurat'. Anda tidak ingin terjebak di dalam situasi darurat dengan kantong yang kosong. Jika sampai terjadi, hal tersebut bisa menggerus kesehatan finansial anda karena terpaksa meminjam uang di saat yang tidak tepat.



(ang/qom) Angga Aliya - detikfinance

No comments:

Post a Comment